Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Usia Dini Melalui Model Pembelajaran Kooperatif

Cooperative Learning adalah suatu pendekatan yang menekankan kerja sama dalam kelompok. Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Pembelajaran kooperatif menjadi sarana efektif bagi guru untuk membentuk lingkungan yang kondusif bagi terciptanya interaksi antar anak dan memberikan dukungan serta latihan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan keterampilan sosio-emosional mereka di kehidupan nyata.

Dalam pembelajaran kooperatif ini guru lebih berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubung ke arah pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri. Guru tidak hanya memberikan pengetahuan pada siswa, tetapi juga harus membangun pengetahuan dalam pikirannya.

Pada proses sosialisasi anak usia dini banyak kendala yang sering terjadi yaitu salah satunya banyak beberapa anak yang tidak mampu melakukan proses sosialisasi karena merasa takut pada orang lain.

Hal ini sering menyebabkan anak tersebut menyendiri dan tidak memiliki teman baik di kelas maupun di rumah. Permasalahan ini sulit untuk di selesaikan sebab selain dari dukungan faktor eksternal, faktor internal juga merupakan penyelesaian terkuat untuk menumbuhkan sikap sosialisasi anak usia dini yang sering terjadi pada anak anak.

Melalui sistem belajar yang kooperatif, siswa belajar bekerjasama bersama anggota lainnya. Dalam model ini siswa memiliki dua tanggung jawab, yaitu mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar. Siswa belajar bersama dalam sebuah kelompok kecil dan mereka dapat melakukannya seorang diri.

Langkah awal yang dapat kita lakukan pada kegiatan pembelajaran media kooperatif yaitu:

  1. Mempersiapkan alat dan bahan pembelajaran lalu diletakkan di meja setiap kelompok.
  2. Langkah kedua guru membentuk kelompok kelompok kecil pada anak anak sehingga sosialisasi anak berkembang dengan baik. Lalu arahkan anak untuk mengerjakan alat dan bahan pembelajaran tersebut dan beri hadiah/pujian pada respons anak jika benar maupun salah.
  3. Langkah terakhir yaitu guru menyuruh anak anak untuk melakukan apa yang telah di praktekan guru dan membiarkan mereka bekerja sama dalam mengerjakan pembelajarannya.

Berkenaan dengan pengelompokkan siswa dapat kita tentukan berdasarkan: (1) minat dan bakat siswa, (2) latar belakang kemampuan siswa, (3) perpaduan antara minat dan bakat siswa dan latar kemampuan siswa.

Oleh sebab itu dari model pembelajaran kooperatif ini setiap anak dapat membangun perkembangan sosialnya dimana anak tersebut mulai berinteraksi dengan teman sebayanya tanpa rasa takut di karenakan anak tersebut mulai percaya pada teman temannya dan sikap bersosialisasi anak semakin meningkat dengan baik dan anak tersebut mulai memiliki teman serta tidak menyendiri lagi.

Keunggulan model pembelajaran kooperatif yaitu siswa tidak bergantung kepada guru, mampu mengekplorasikan ide dan gagasannya, saling menerima perbedaan, saling bertukar pendapat, meningkatkan semangat belajar, siswa menjadi aktif.

Oleh karena itu model pembelajaran ini dapat di gunakan guna meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak usia dini.

Tinggalkan komentar